Kenapa sanggar rias duluan? Yaaa.. sekarang ini saya berdomisili di Makassar, jadi momen pulang kampung adalah momen mahal yang ga bisa dilakukan suka-suka. Apalagi kalo urusan wedding make up, saya pengen yang bener-bener sreg di hati. Maklum, ini kan insyaalloh akan jadi momen sekali seumur hidup, so I want this to be absolutely perfect. Makanya, mumpung kemarin masih ada waktu beberapa hari di rumah, jadilah saya dan mama berburu sanggar rias yang cocok.
Sanggar pertama yang saya datangi adalah Zahra Rias Pengantin, milik Mbak Dhani Djarot. Saya ke sini atas rekomendasi teman saya yang menikah beberapa bulan yang lalu. Apalagi di beberapa forum pernikahan, Zahra ini sedang jadi primadona, banyak yang merekomendasikan sanggar ini. Jadilah siang itu, saya dan mama meluncur ke Jalan Saninten Raya 127, tempat sanggar Zahra. Di sana kami tidak bertemu owner sanggar, hanya ada satu karyawannya saja yang ada. Jadi kurang puas juga nanya-nanyanya. Cuman sempat liat foto-foto hasil rias dan ambil price list yang ada. Hasil riasnya oke. Cuman kurang puas liat pilihan kebaya yang bisa disewa. Padahal yang saya baca di forum-forum maya, sanggar ini bekerja sama dengan salah satu desainer kondang dari Semarang. Plus, harganya ternyata out of budget kami. Lupa-lupa inget sih kena berapa, yang jelas mereka masih kenakan charge tambahan kalo kita mau pake untuk make up siraman dan midodareni. Untuk calon pengantin dengan budget make up yang gede bisa deh main-main ke sanggar ini. Terutama yang tertarik untuk ambil paket make up pengantin muslim.
Sanggar kedua yang saya datangi -dan akhirnya saya pilih- adalah Katon Ayu. Sanggar ini adalah rekomendasi salah satu sahabat mama. Katon Ayu masih di Banyumanik juga, di Jalan Gaharu Utara No. 37-39. Selain sanggar rias, di sini juga jadi satu dengan Katon Ayu Spa, jadi untuk calon pengantin yang mau ambil paket perawatan pranikah bisa juga. Terakhir saya ke sana ada promo 20% untuk paket perawatan pranikah. Sayang posisi saya bukan di Semarang *mewek*.
Waktu liat contoh hasil foto make up di sanggar ini, saya merasa lebih 'sreg'. Make up-nya lebih njawani, dan harganya masuk ke budget kami. Hanya dengan 9,5 juta saya mendapatkan paket untuk rias dari acara siraman, midodareni, hingga akad+resepsi dengan gaya rias Paes Ageng modifikasi karena saya mengenakan jilbab. 9,5 juta itu termasuk sewa kebaya midodaren, akad, dan resepsi ; sewa beskap untuk pengantin pria, papa saya, dan bapak calon suami saya ; juga termasuk sewa kebaya seragam untuk adik perempuan saya dan adik perempuan suami.
Fitting kebaya dan DP perias saya lakukan hari itu juga ditemani mama, papa, dan adik perempuan mama saya. Entah ini hanya dialami oleh saya atau dialami juga oleh calon pengantin lainnya, saat fitting kebaya itu rasanya.. Ah, susah untuk dideskripsikan dengan kata-kata. Apalagi sebelumnya papa berkeras mengantar kami ke sanggar hanya karena ingin meliat prosesi fitting kebaya itu. Final fitting akan dilakukan seminggu sebelum hari pernikahan saya untuk memastikan bahwa kebaya yang saya kenakan di hari itu terlihat sempurna. Maka, dengan bangga saya mencontreng dua item dalam wedding list saya. But.. the list still goes on..





0 comments:
Post a Comment